cerita tentang Ranu Kumbolo

tidak bisa dipungkiri jika film 5cm berhasil mengkampanyekan ‘naik gunung’ merupakan sutu hal yang menarik dan terkesan begitu menyenangkan. tidak hanya program naik gunung nya yang berhasil dikampanyekan oleh film tersebut, namun lokasi syuting bersejarah sepanjang perfilman Indonesia inipun turut banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. ya Semeru! Gunung yang mendapat julukan Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memiliki tinggi 3676mdpl. saya merupakan salah satu newbie pendaki yang bermimpi besar untuk daat bercengkarama dengan gunung tersebut. maka saat ada ajakan untuk mendaki gunung tersebut spontan mulut saya berkata “Ya!” atas ajakan tersebut. saya pergi dari rumah seorang diri menemui teman-teman saya yang ada di Solo untuk pergi camping ceria di Ranu Kumbolo.

perjalanan dimulai dari terminal Solo dengan menggunakan bus menuju Surabaya, sengaja memilih estafet ke surabaya karena selain lebih murah, konon lebih dekat juga. entah sih karena sepanjang perjalannan saya habiskan dengan tertidur pulas :p bangun-bangun sudah sampasampai di terminal Surabaya saja, langsung estafet ke bus yang menuju Malang. seperti biasa tidur dan membuka mata saat sampe terminal. bagi saya tidur di perjalanan terasa begitu nyenyak dibanding dengan di kasur. heheh perjalanan dilanjutkan kembali dengan menumpangi angkot menuju Tumpang, nah kali ini saya melewatkan perjalanan dengan mata terbuka karena sudah terlalu kenyang tidurnya.. sampai di Tumpang saya dan keenam teman saya langsung menyinggahi tempat peristirahatan sekaligus tempat untuk menunggu angkutan yang akan membawa kami sampai ke Ranu Pani. ada dua pilihan transportasi yang bisa digunakan, yakni truk sayur dan jeep. kembali faktor finansial menjadi pertimbangan, maka kami lebih memilih naik truk sayur. Dari tumpang ke Ranu Pani memakan waktu 1 sampai 2 jam, gimana yng mengemudi juga. Huehe
Panorama alam yang disuguhkan selama perjalanan menuju Ranu Pani begitu menakjubkan, truk berjalan diantara hamparan pasir Bromo dinsebelah kiri bawah jalan dan bukit disebalah kanan jalan. Sampai juga di Ranu Pani dan waktu tak berpihak kepada kami, terlalu sore jika kami melanjutkan perjalanan ke Ranu Kumbolo. Maka kami putuskan untuk memasang tenda disekitar ranu renggulo menunggu esok pagi melanjutkan perjalanan. Belum apa-apa juga dinginnya sudah nusuk ke tulang aja nih, iseng-iseng kami mengecek suhu malam itu ternyata sampe di 3 derajat celcius. Keesokan harinya kami sudah bersiap untuk melanjutkan perjalan ke tujuan kemping ceria kami, yakni ke Ranu Kumbolo. Setelah selesai berbenah diri dan packing perlengkapan kami langsung menuju sekretariat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru utuk melakukan registrasi. Segala persyaratan sudah kami siapakan jauhjauh hari. Tapi sayang, saya baru sadar lupa mengkopi kartu identitas sebagai syarat untuk melakukan pendakian. Ada kekhawatiran tidak bisa masuk kawasan gunung karena kurang satu syarat, dan keterbatasan akses serta fasilitas disana yg menyebabkan saya tidak memungkinkan untuk mengkopi ktp saya semakin membuat saya khawatir. namun setelah melapor kepada petugas ternyata petugas menyediakan blanko untuk mengganda kartu identitas secara manual. Akhirnyaaaa,. Lega..

4 thoughts on “cerita tentang Ranu Kumbolo

  1. er…… kayak lu nulisnya sambil lari deh…😦

  2. Mana kali potonyaaa :p
    Cie mau jd travel bloger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s