rindu

Suara diujung telepon tak ayal seperti berada dihadapanku, kutatap nanar kedua bola matanya, kusandarkan kedua tanganku dibahunya, perlahan kuusap keningnya, lusuh, letih, kuseka sisa keringat diparas tampannya..
Tiba-tiba suara diujung telepon itu memecahkan lamunanku, “miss u”
Kata yang sering terucap dari mulut manisnya saat akan mengakhiri perbincangan kami, refleksi seperti apa yang akan terpancar dari satu kata menusuk kalbu itu?
Jarak memisahkan raga kita, tangan tak bisa berjabat, mata sangat tak mungkin saling menatap, kita menyatu dalam satu.. Suara.. Suara yang terlontar sebagai refleksi diri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s