catatan perjalanan Umroh 2017

Setiap malam minggu di Mushola peninggalan alm. Kakekku selalu diadakan pengajian rutin yang jarang sekali kuhadiri, aku lebih memilih pergi ke kedai kopi bila saat malam minggu tiba. (namanya juga anak muda. Hehehe).. satu malam minggu dibulan November itu berbeda, ibu memohon pada aku dan adik yang sama-sama tidak betah di rumah untuk bisa ikut pengajian. Sesampainya disana masih bisa, pengajian seperti biasanya cuma ada sedikit yang berbeda yaitu tersedianya masakan dan aneka hidangan sampai tibalah pertemuan dengan salah seorang ustadz yang cukup asing bagiku, beliau adalah salah satu ustadz pembimbing Umroh di Saudi Arabia yang kebetulan sedang cuti dan pulang kampung sampai awal tahun 2017. Dan jreng.. jreng disanalah awal mulanya obrolan rencana keberangkatan umroh dimulai.

Awalnya takut, kaget dan gak nyangka.. takutnya karena mendengar beberapa ‘cerita horor’ dari orang yang sudah berpengalaman pergi ke tanah suci, disana katanya tempat ‘pembalasan’ atas apa yang kita lakukan selama ini di kampong halaman. (ketebak dong takutnya aku kenapa, hahaha you know me so well, kelakuan minus semua hahaha).. kagetnya ya ngga nyangka aja apa bener gitu bakal secepat ini bisa mengunjungi tempat yang selama kurang lebih 3 tahun nama tempat itu kujadikan password/kata sandi untuk memasuki beberapa akun sosial media dan emailku.

Mulai perjalanan dari rumah sabtu pagi, berangkat menggunakan elf travel menuju bandara soekarno hatta… Menunggu waktu boarding pass di Jcb lounge, disediakan prasmanan dan coffee break karena waktu menuju boarding pass masih 3 jam lagi…disana kami jamaah dari Majalengka dipersatukan dengan Jemaah asal Sukabumi dan Ciamis. Alhamdulillah nambah saudara baru…..

img_20170114_140336_burst1

img_20170114_140520

menunggu sambil isi baterai

Hari pertama (sabtu)  Perjalanan Jakarta –Madinah

Perjalanan dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia dari Jakarta  menuju Maddinah, transi di Riyadh selama satu jam kemudian perjalanan dilanjut. Selama perjalanan ini kulalui dengan tidur. Hahaha bangun hanya pada waktu makan saja, dikasih 3 kali makan dengan dua kali tawaran menu: daging sapi, ayam atau ikan. Aku memilih daging untuk makan pertama, dan ikan untuk makan kedua. Rasanya ena-ena…! Dan tawaran ketiga yaitu: mie goreng atau pasta. Jelas pilih mie goreng :p.. setelah makan iseng-iseng nonton film yang tersedia di tivi kecil depan tempat duduk, ehh gataunya subtitlenya bahasa Arab semua yasalam… alhasil Cuma diliat doang sebagai pengantar tidur.. fitur di tv kecilnya lumayan lengkap, dari mulai music, film, ebook alquran, mini games, ebook majalah arab sama ada peta perjalanan pesawatnya.

img_20170114_175016

salahsatu menu di pesawat

enaknya pake pesawat SaudiArabia yang langsung ke Madinah itu bisa ngehemat energi dan waktu. terus ngga transit dulu ke berbagai negara, misal ke Singapur atau ke Qatar.kata yang pernah transit ke Singapur atau ke qatar katanya lama dijalan aja, apalagi kalo yang nyampe ke Saudinya ke Jeddah  harus lanjut perjalanan bus beberapa jam ke Mekah atau ke Madinahnya.

Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 10 jam, nyampe di airport Prince Muhammad Bin Abdul Aziz International Airport – Madinah. Langsung menuju imigrasi Madinah, Masha Alloh abang2 petugas imigrasinya lucu-lucu pake kofiyah atau Ghutra, katanya jangan ngajak senyum sama petugas imigrasi nanti dikira ngegodain hahaa Alhamdulillah antriannya ga terlalu panjang karena banyak loket yang buka, hanya sekitar 45 menit semua jaamah dari travel kami selesai berurusan dengan migasi madinah. Dan sama sekali kami tidak dipusingkan dengan mengurus koper, karena koper diurus oleh pihak travel  mulai dari rumah dan bertemu nanti di depan kamar hotel. Kemudian kami lanjut menuju hotel, rombongan tiba di hotel sekitar pukul setengah 2 malam. Hotel yang kami gunakan yaitu Hotel Al-Aisyiah, berada tepat di depan gerbang 25 Masjid Nabawi (gedung lapisan kedua di depan gerbang 25) kurang lebih sekitar 50m dari Nabawi, gak nyampe 2 menit kalo jalan dari hotel ke Masjid.. kami tidur sekamar berlima, aku, mama, uwak, ibu pembimbing dan teh Salwa. Teh Salwa ini anak pemilik travel yang ternyata seumuran dan bakal jadi teman selama di perjalanan ini dan selanjutnya.

images-1

suasana lobby hotel

img_20170116_085947_hdr

geng sekamar

Hari ke 2 maddinah

waktu tidur cukup 3 jam, pukul 5 aku dibangunkan mama untuk segera mandi dan menuju mesjid.. ternyata aku yag paling terakhir bangun. hehe.. langsung kasak kusuk mandi dan siap2 buat ke Mesjdi Nabawi untuk sholat berjamaah pertama di messjid Nabawi. rasanya seneng campur haru. Daaaan segoblok-gobloknya kelakuan minusku pas nyampe Nabawi gak kerasa tiba-tiba nangis. hahaha betapa manusia hanyalah mahluk yang begitu kecil… astagfirrullohaladzim.. aku sengaja memisahkan diri beberapa shaf dari emak ya saat berdoa soalnya malu kalo nangisnya kenceng, ketauan banget banyak salahnya 😀

img_20170116_034341

img_20170116_034316

selfie after shubuh

Setelah shalat berjamaah dan berdoa kami langsung menuju hotel untuk menyantap sarapan, rasanya senang sekali pertama kali sarapan langsung disuguhi nasi uduk pake telor balado dan sambel serta kerupuk. (akhirnya nemu kerupuk juga, yang ditakutin sedari rumah yaitu makan tanpa  kerupuk, without kerupuk im nothing hahaa) uhhh kenikmatan yang hakiki… jadwal hari ini adalah berkunjung ke makam nabi Muhammad SAW dan para sahabat: Abu Bakar serta Umar bin Kaththab. Jadwal  kunjungan ke makam rasullullah untuk perempuan terbatas, yaitu pagi dari pukul 07.30 sampai pukul 11, siang bada duhur pukul 2 sampai pukul 3. serta malam selepas isya sekitar pukul 9 sampai pukul 12. Berbeda dengan lelaki yang bebas bisa kapan saja ke raudah. Jadwal kami mengunjungi Raudhah ialah pukul 8.30 jadi setelah sarapan di lantai 2 hotel kami langsung berkumpul ke Lobi, disana sudah banyak Jemaah yang kumpul. Kami dibimbing oleh pihak travel Mutiara Lima Wisata menuju Raudhah, kebetulan kal dari arah gerbang 25 tinggal lurus saja menuju tempat antrian di depan Raudhah. Perjuangan menuju Raudhah luar biasa sekali, kami berdesak-desakan dan saling dorong di depan tempat antrian, pembimbing menggiring kami ke arah samping dekat pintu masuk Raudhah katanya jangan ambil dari tengah karena orang-orang bakal terpusat masuk lewat sana dan bakal stuck. Benar saja pas di buka, kami tidak kesulitan untuk masuk dengan menyisir lewat samping pintu, jemaah terpecah kedalam beberapa kelompok karena terpisahkan oleh jemaah lain yang tubuhnya besar-besar serta tinggi, ampuun deh itu orang –orang maju terus tanpa lihat kanan kiri kami rang Indonesia yang lebih kecil. Huhu.. batas antara Raudhah dan  tempat lainnya adalah karpet hijau, karpet yang berwarna hijau itulah yang mustajab. Alhamdulillah pas nyampe sana kami sempat sholat dua rakaat dengan dijaga oleh jemaah lain yang membentuk lingkaran. Ngga Cuma pas mau masuk butuh perjuangan, keluar juga ternyata butuh perjuangan pula karena arah keluarnya dipenuhin oleh orang yang mau masuk juga. Pas nyampe di luar sudah ada beberapa Jamaah yang sudah menunggu, setelah kumpul semua kami mendapat pengarahan dari pihak travel. Kami bisa kembali mengunjungi Raudhah secara individu/berkelompok tanpa dampingan dari travel karena sudah tau arahnya.

Hari ke 3 City Tour Maddinnah

Dini hari tiba-tiba dibangunkan oleh Mama yang sudah dalam keadaan berpakaian rapi selesai mandi, dengan kasak kusuk aku bangun dan terheran-heran kenapa baru juga tidur udah dibangunin lagi. Ternyata Mamaku salah lihat jam, jam yang ada di HP mama masih menunjukan waktu di Indonesia jadi otomatis 4 jam lebih cepet sama waktu di Madinah saat itu yang masih pukul 1 malam.. Hmmm ada ada aja…

Masjid Quba

MAsjid Quba ialah Masjid pertama ang dibangun oleh Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah. Shalat di masjid Quba juga memiliki keutamaan. Menurut Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamyang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhum, ia pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah”. ( HR. Tirmizi no. 298. Ibnu Majah no. 1401) (source: di sini)

Kami hanya sempat sholat tahiyatul masjid dan shalat dhuha di Masjid ini,karena banyak sekali jemaaah yang ingin shalat disini juga, bergantian. Di sekitar Masjid banyak yang berjualan, dan kami sempat mencicipi Kurma muda yang dibekukan, rasanya kecut-kecut seger gimana gitu. kemudian kami berpoto, baru sempet poto pake spanduk kaya orang-orang umroh kebanyakan dan itupun ga lengkap jemaahnya karena menyebar.

Perkebunan Kurma dan toko oleh-oleh (kacang, kurma, cokelat dll)

letaknya gak terlalu jauh dari Masjid Quba, pas nyampe sana disambut dengan aroma kurang sedap yang berasal dari ternak. untung hanya di beberapa titik saja, pas masuk ke dalamnya sih aman. dibagian kanan pintu masuk terdapat toko oleh-oleh khas Arab. aku hanya melihat-lihat, karena aku belanja oleh-oleh dari ibu pembimbing yang jauh lebih murah dibanding dengan harga di toko oleh-oleh ini.

Jabal Uhud

Jabal Uhud/Gunung yang Menyendiri adalah sekelompok gunung yang ada di kota Madinah dan tidak bersambungan dengan gunung-gunung lainnya. (umumnya gunung di Madinah ini sambung menyambung).Gunung ini yang disebut Nabi ada di Sorga sehingga kalo kita melihatnya sekarang insha Alloh nanti di syurga kita akan melihatnya kembali. aamiin.. disinilah tempat terjadinya perang Uhud dan disini pula terdapatpekuburan para Syuhada.

IMG_20170116_101416.jpg

di depan kuburan para Syuhada

Mesjid Qiblatain

download-2

Masjid dimana Rasulullah SAW menerima wahyu untuk memindahkan aah kiblat ke arah Masjidil Haram yang semulah arahnya ke Baitul Maqdis di Palestina. Jadi ceritanya Rasulullah sedang shalat dhuhur, 2 rakaat pertama menghadap ke Baitul Maqdis kemudian 2 rakaat terakhir pindah arah kiblat ke Masjidil Haram. kembali ke Hotel dan siap-siap dhuhur berjamaah.

Mesjid Ijabah

download-1

Mesjid ini terletak tidak jauh dari hotel, kami hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit ke arah belakang hotel. dinamakan Mesjid Ijabah karena di Mesjid inilah Rasulullah SAW meminta 3 permintaan pada Alloh yang salah satunya tidak dikabulkan, yaitu permintaan Rasulullah agar tidak terjadi perpecahan antar umat beliau. inilah yang marak  terjadi sekarang ini, perpecahan sesama muslim. berbeda dengan mesjid-mesjid ainnya, mesjid ini berukuran lebih kecil.

Hari Ke 4 Maddinnah

Hai ini full buat ibadah di Mesjid Nabawi, kerasa banget ademnya enaknya hidup disini. mikirnya cuma makan, tidur sama ibadah.. urusan duniawi seketika lupa…. rencana hari ini ke Jabal Magnet, yaitu sumber magnet terbesar di dunia. namun karena belum lama ada insiden disana, yaitu kecelakaan bus yang bawa jemaah dari India tertarik magnet begitu cepat jadi ngebikin jemaah kami memilih untuk beribadah saja di Mesjid Nabawi.

Pagi setelah sarapan, aku janjian bertemu dengan saudara sekampung yang bekerja di Madinah. janjian di depan gerbang 25 daan rasanya haru juga ya bertemu orang sekampung di negeri orang.

raudah 2, siang

setelah duhur aku, mama, uwak teh Salwa dan Bi Aisyah langsung siap-siap merapat ke depan pembatas kayu, ada beberapa pintu disana dan ngga dikasih tau pintu mana yang akan dibuka untuk menuju Raudhah, jadi kami pasang mata elang ke setiap pintu serta siap2 untuk langsung nyerbu pitu terebut. kami duduk paling depan dan berada tepat di garis batas yang dijaga oleh askar-askar perempuan yang lumayan galak-galak, lama kelamaan garisnya semakin mundur gatau kitanya yang maakin maju pokonya si garis itu jaid ada di belakang kami, langsung aja didatengin mbakya sambil marah “hajjah mundur hajjah” terus kita diem aja pura2 bego dan pura2 bukan orang ndonesia yang ngga ngerti haha si mbaknya teriak lagi.. terus iya kita mundur tapi udah penuh banget. jadi pas mbaknya lengang kita maju lagi dan ga berapa lama  pintu di buka, pintu yang dibuka ada di ujung kanan banget sedangkan posisi kami di tengah. langsung berhamburan lari menuju pintu. alhamdulillah ga terpisah jauh, pas antri menuju raudah bareng lagi dan siap2 menuju karpet hijau, barulah disana kami terpencar. aku berdua bersama mama, teh salwa, uwak dan bi aisyah bertiga. beruntung kami sempat shala  disana, meski hanya dua rakaat dan dengan kondisi penuh sesak nyempil-nyempil yang bisa sampe sujud akhirnya.

Sepulang dari Raudhah kami berburu bakso, ada bakso enak di area restoran hotel kami. kata yang udah nyoba sih enakan ini daripada bakso Dxxx yang terkenal di Madinah itu. disebutnya Bakso Telkomsel karena berdekatan dengan gedung telkomsel. harga baksonya SR 10/porsi. gak berhenti bilang “enak banget” pas makannya tuh, karena kuahnya emang seger banget... daaan akhirnya aku memastikan bahwa makanan paling enak sedunia(setidaknya menurutku) yaitu Baksooooo… percaya deh pecinta bakso bakal kelabakan kangen sama Bakso pas jauh dari kampung halaman.

raudhah 3, Malam

malam terakhir di Maddinah rasanya sedih, udah berasa nyamannya disini. aku hanya berdua dengan teh salwa, karena mama dan uwak maumempersiapkan packing buat besok ke mekkah. kami stanby di tempat kemarin, saat shalat isya berjamaah rasanya ngantuk banget apalagi surat bacaan setelah alfatihah di rakaat keduanya panjaaaaang banget, sholat kali ni bercampur dengan nguap, maafkan hamba ya aloh.. gak kuat ngantuk.. sampai setelah salam kami langsung berdiskusi tekniske raudhoh, pilihannya dua: tidur dulu di mesjid baru nanti masuk raudhoh atau k hotel dulu istirahat satu jam terus kembali ke mesjid. kondisi ami berduaudah bener-bener beler, nguap terus.. ditengah2 diskusi, tiba tiba ada salah satu askar yang tetiba berdiri disamping teh Salwa sambil bawa papan pengumumna “tempat yng berbahasa Melayu” sontak kami kaget dan langsung cenghar alias langsung ON kantuk dan nguap hilang. kembali kami bersiap memasang mata elang melihat etiap pojok pintu, menebak2 pintu mana yang akan dibuka. tebakan kami yaitu pintu ujung kiri. tetep membandel, kami maju melewati garis bats lagi dan mengundang amarah mbak nya, tapi gak berselang lama perhatian si mbak teralihkan oleh salah satu jamaah dari India yang berada di belakang kami. mbak nya lebih marah melihat perempuan itu karena berada di tempat yang bukan seharusnya, kasian juga liat mbak hindi itu ditarik-tarik oleh askar yang ngotot banget dan nada tingginya. dan mbak hindinya juga keukeuh gamau pindah, bersitegang mereka lumayan jadi tontonan sekitar 5 menit. sampe dateng satu askar lagi dan si mbak Hindi berusaha menjelaskan dan memperagakan kalo dia ditarik2 oleh mbak askar yang kejam narik2nya sih aku bilang, oleh mbak askar yg baru dateng barulah dikasih pengertian bahwa tempat mbaknya ini bukn disana tapi di sbelah selatan. akhirnya mau pindah deh mbaknya… tak berselang lama, pintu menuju raudhah yang dibuka ternyata yang paling dekat dengan kami, tanpa tunda lagi kami langsung lari menuju pintu. gak kerasa ternyata aku lari kenceng banget sampe kepisah sama teh Salwa dan nyampe karpet hijau paling duluan, sampe-sampe disana masih ada petugas yang bersih-bersih dan masih lengang banget belum ada jemaah.. wooooooo rasanyaaa….. speechlesh banget, bershalawat dan aku langsung buka hp buat ngerekam keadaan raudhah yang masih lengang banget (buat ditunjukin ke Bibi yang berpesan berkali-kali supaya aku bisa ke karpet hijau Raudhah).. karena ini malam terakhir di Madinah, aku buletin tekad buat berlama-lama di Raudhah, memanjatkan doa dan memohon ampun atas segala kekhilafanku. sampe diusir berkali-kali oleh mbak askar, “Hajjah sudah hajjah, doanya bergantian” , sampai pada akhirnya diminta bangun oleh askar. aku ngikutin kemauan mbaknya ke arah keluar, pas mbaknya lengang aku balik lagi ke arah masuk. baru juga duduk udah diminta keluar lagi, terus aja sampe 3 kali diusir dan 3 kali menyelinap masuk lagi. semua ini gara-gara aku pake baju berwarna mencolok, jadi mudah dikenali..coba kalo item kaya kebanyakan jadi mudah menyelinap dan bisa berlama-lama. huhuhu di dalam sana sekitar satu jam setengah dan ga kerasa ternyata teh salwa dah pulang duluan, sendalnya ada d tasku dia nyeker jalan ke hotel. hehe maafkan… pas nyampe hotel langsung heboh kabar aku ilang, sampe2 bapak teman sekamar bapaku ngewanti-wanti Bapak: “nanti kalau di Mekah jangan biarkan anak perempuan jalan sendiri” bahaya katanya. wuhuuu…

Alhamdulillah Puas banget, terimakasih teh Salwa…

Harike 5 Madinah –  Mekah (Miqot dan Umroh)

Hari terakhir di Madinah, melakukan ziarah wada.

img_20170118_093346

bersama ustadz paling gahol seRajagaluh Raya

img_20170118_094118_hdr

bersama teh Salwa

img_20170118_092930

see you again, Medina :3

Cerita Hari Ke 6,7,8,9….14 Nanti dilanjut lagi ya…. 😀

A Very Happy Wedding dearest Neddy :*

“bot aya keluarga si Adi ka imah, tas nentukeun tanggal kumaha ieu asa ngadadak” begitulah kurang lebih isi chit-chat kami tempo hari, yang kemudian membuat Neddy galau memilih dan menentukan Vendor, antara Bandung atau yang dekat saja.

 

Mencari Rumah Cantik Aini

Kecaprukan dalam hidup adalah ingin mengunjungi suatu tempat namun tidak tahu jelasnya tempat itu dimana, jalan apa, kecamatan apa… dengan penuh kepercayaan diri kami menyusuri sepanjang jalan kuningan, dalam keadaan hape ku lowbat dan hape neddy tanpa kuota internet. Akhirnya mentok di depan pemda Kuningan yang sepanjang jalannya dihiasi karangan bunga turut berduka cita karena baru beberapa hari lalu Bupatinya meninggal. Melanjutkan perjalannan mengikuti jalan utama itu habis, dan bertemulah dengan sebuah perempatan pasar entah kumpulan ruko yang lumayn padat..

“urang kamana ieu bot?”

“ka kanan jiganamah, Ned.. bawa kanan wae”

Tiba-tiba galau karena memang gatau kaaan

“ehh jiganamah di kiri, Ned”

“Geus gandeng ieu geus ambil kanan aing”

Karena diselimuti keraguan dan ketidaktahuan, kami putuskan untuk menepi dan bertanya pada penghuni toko alat listrik/elektronik kalo ga salah, dan jawabaannya luar biasa mengejutkan “ini habis jalan ini mbak, kehalang 5 nomor dari sini”

Aku Masuk mobil sambil gakuat nahan ketawa “ned nyaho teu aini dimana? Hahahah eta dihareup laaaah hahah alus nya naluri geografis dan kesotoyan aing”

“alaaah alus-alus, tadi geus hampir nitah kiri mane teh” sambil nyeprit biasa ahaaha (kami memang kalo ngomong suka kaya yang ngajak berantem saling mengkerutkan dahi dan nada yaaaaang begitu tinggi. Mungkin kami kebanyakan minum soda hhahah)

Kekonyolan kedua adalah kami menganggap pemilik vendor ini orang biasa, yang selalu stanby di tempat dan tidak usah membuat janji. HAHHA

Nasib baik sedang berpihak pada Neddy, pemilik Vendor ternyata ada di tempat, coba kalo kesininya besok, si tetehnya gak ada lagi di Jakarta. Haha… disambut hangat oleh teteh, yang kemudian dalam cerita ini kusebut the Indah.. kami memperkenalkan diri dan menjelaskan kekonyolan kenapa bisa sampai disini.. the indahpun membuka brolan tentang pengalaman-pengalamannya merias di majalengka yang kebetulan kuhadiri beberapa.. neddy menjelaskan maksud dan tujuannya dating kesini, serta sedikit menggambarkan pernikahan impiannya seperti apa.. selain menawarkan paket yang tersedia, the indah juga menerima apabila ada referensi lain terus klien ingin kaya gitu. Kebetulan neddy mengambil beberapa contoh dari bandung.. niat awal kaaan memang Cuma survey dan nanya2, namun obrolan dari the indah mengarah pada booking.. hmmmm neddy memutuskan untuk menitip tanggal, dengan pertimbangan karena belum ada pilihan vendor lain dan takut tanggal segtu aini udah full booking jadi bookinglah..

Pulangnya kami mampir makan di RM Palinggihan yg dikenalkan oleh keluarga selly yang kemudian menjadi favorit keluargaku juga dan membahas perihal kekonyolan sepanjang perjalanan dan tiba2 booking tanpa rencana, unutngny neddy mengaku klik saat bertemu th Indah makanya berani booking juga.. sayang ada salah satu staffnya yg kurang asik yang mebuat nedy keluar lagi sprit nya hahaha

 

Helga Catering Hits Majalengka, menjadi pilihan..

Berdasarkan pengalaman beberapa teman Neddy, Helga menjadi satu-satunya pilihan rekomendasi catering yang ada di Majalengka.. datang kesana nanya nanya dan minta price list menu yang tersedia. Ibuny baik banget, dan ternyata setelah prtemuan ke berapa diketahuilah ank si ibu ikut pendaki-pndaki cantik. (haha naon atuh jol ka PPC)

 

Membeli seragam

IMG-20160508-WA0002

Demi gelas batik trusmi

Batik menjadi pilihan seragam untuk saudara-saudara dan kerabat yang cowo, pergilah ke Trusmi kali ini bersama bu Popong dan Anyun serta bos Acong. “bot ngilu meuli batik sih, aing sok ngereng wae mun jeung indung the euy” hahahha neddy edi! Pilihan pertama ke ebatik, bodor banget beberapa miskom dan salahnya lagi aku ikut nimbrung dengan segala kesotoyan, atulah niat aku dibawa the buat jadi penengah ini lumayan runyam juga. Anyun juga sampe bilang “nah wul posisi urang paling bingung the geus kieu( diantara keberpihakan pd bupop atau neddy). Tapi Alhamdulillah lancar, kemudian ke took langganan Bu Pop, salah deui wae ide urang nyimpen mobil di parkiran ebatik karena ngira tokonya deket, gataunya lumayan jauh dipentokan pertigaan, lumayan jalan kaki diteriknya panas Cirebon dng jarak yg aduhai ( Haha ampuun ned!, sungem ma bu Pop).. belanjaannya banyak banget. Untuk seragam perempuan mah nanti di bandung cenah.. kiw dapet seragam lagi, ahiiw (kapan bagiin seragamnya de tiwul?wkwkw)

 

Hari pembagian Kain dan Bukber

 

Baru juga beberapa hari puasa udah ada agenda bukber aja nih tante-tante gengges.. pengkondisian dimulai, bukber dihadiri oleh Aku, Tita, Selly, Hanif dan tentunya Neddy sebagai yang punya acara, bukber berlangsung di kantin JS. Namanya juga ibu-ibu yah, mau ngasihin kain intornya harus kemana-mana dulu, dari mulai ghibahin orang, curhat colongan, bahas menu makan di JS, bahas tiket honeymoon.. terus kita ceg-cengin Nddy yang akans egera bermanis-manis disebuah tempat yg ditentukan kemudian oleh Neddy, belum ada bocoran saat disinimah baru bilang ingin ke Bali aja..  dan nahasan lainnya, acara intinyamah Cuma bentar hmmmm…

 

Anak Gaul PVJ

Puasa, tengah hari, gaje.. gak ada kerjaan di kosan.. inisiatif jemput Neddy dikosannya ngajak maen kemana aja gatau yang penting keluar.. tereeng PVJ jadi pilihan. Alesan nya sih cari baju bedug, tapi ya let see aja kitamah anaknya th suka meleset dari perencanaan, nyata ajaaa pas nyampe sana jadi keingetan cari2 seserahan, sama kostum buat prewed. Beberapa seserhan dibeli, karena memang saat itu Anyun lagi sibuk kerjaan jadi ya yang bisa dibeli sendiri (tanpa didampingi anyun) dibeli dulu(santai, atmnya anun jg ada d neddy :p), jgn ngandelin terus cowo kata Neddy the, harus mandiri haha(bari kaya yg heneg bilang gitu the) terus cari kostum buat prewed, dua tema: casual dan ala2 inces.. yang casual udah dapet, naaah ini aneh bgt pas nyari dress putih yg nedy pengen udah diubek ubek semua store  di pvj yg memungkinkan ada, ternyataaa nihiiiill.. ujung-ujungnya ke Cirebon sama Tita dan langsung dapet tanpa perlu ngubek2 (yang bau2 sweet mah emang Tita pakarnya)

 

Undangan

IMG-20160805-WA0014

Ondangan gaess

Diminta datang pagi-pagi karena banyak yang harus diselesaikan, namuuun apa daya harus ngaret kurang lebih 3 jam karena mandi yang malas, ditambah lagi sang emak minta kesana-kemari dulu.. nyampe rumah kulihat Nedy sedang asik menggunting tali untuk memasang ucapan terimakasih di souvenirnya, (btw itu bungkusin souvenirnya DIY lhoo… mun bisa mah da kabeh digawean ku sorangan bot , begitulh kt doi). Tugasku menghandle undangan Nedy, hanya tinggal menempel nama tamu undangan aja sih yeaaaaaa…. Beberapa kerjaan kuajukan utk dipangkas, semisal ngebungkus undangan neddy yang epic dengan  plastic dan mengantungkan ucapan terimakasih di souvenir bibit tanaman (dgn dalih udah ada di pouch belacu nama pengantin dan tanggal itu udah cukup). “hahha aya maneh mah jadi beberapa kerjaan terpangkas, efisien  bot” (sebenrnya sih antara efisiensi dan lumayan males juga sih neddd ngiket kurang lebih 1000 souvenir yg lumayan rumit jg hahahaha :P).. kemudin sorenya dilanjut engan tausyiah-tausyah cantik dari Bu Hj Pop, ngingetin “semua akan menikah pada waktunya, yang bisa kita lakukan tetap berusaha dan berdoa, jgn kepanasan kaya di sekolah ayeunateh meni rame(tiiiiiiittt… cerita dsekolah disensor). jodoh, pati cilaka mah ntos aya diatur lan, tenang aja semua juga akan ada waktunya, wulan juga nanti pasti ngalamin, sekarangmah mungkin lagi waktunya s neng dulu”

 

Meeting dan Fitting

IMG_20160808_125817

Before meeting

Hari semakin dekat, dan ada beberapa hal yang menjadikan kekhawatiran bertambah “ieu kumaha, aing moal aya siraman wae lah bot” . kepanikan dan kekhawatiran berlebih sangat wajar sekali (mungkin) karena memang khawatir takut acara tdk berjalan lancar, jadi diputuskan untuk minta bertemu stelah pernikahan cep yg kebetulan dihandle juga sama the Indah. Benar saja, respon the Indah membuat Neddy semakin panik, bisa bertemu diatas tanggal 7, itu artinya hanya sekitar H min 6 aja.. but keep calm everything will be allright, senin 8 agustus cus Kuningan, awalnya th Indah kasih saran utk meeting d Cirebon karena memang WO nya dari Cirebon.. tapi Neddy belum Fitting baju akad jadi yawes di Kuningan. Bodor, seru ngobrol-ngobrol sama th Indah disela-sela fitting sampe ngejelasin habis ada orderan paket yg paling mahal dan lumayan rumit konsepnya timur tengah gitu dan ternyata itu acara khitanan. Hahahah  ga berhenti ngakak bareng2 pas bahas ini.. ada 3 opsi baju akad yg diawarkan, Neddy langsung jatuh hati terhadap salahsatunya.. Cuma roknya kurang bear, dicarikan lumayan memakan waktu.. dan selamaaaat ternyta ada yg diinginkan ukurannya.. wes tenang, sama WO juga wes ngobrol banyak soal teknis, seru2 orangnya.. tapiii satu lagi, ada sepatu yang belum sreg jadi sepulan dari Kuningan kita ngemall dulu k Cibon beli sepatu terus ketawa-ktawa naha teu di Cirbon wae meeting na nya apal ek kadieumah hahaha

 

IMG-20160906-WA0002

Fitting baju resepsi foto by wasap

IMG_20160808_144643

Tereeeeng

 

Siraman

IMG_20160812_150621

Siraman 🌹💐

Momen ini hampir saja terlewatkan, gegara galau dan neddy reflex biang “ceng aing teu kudu make siraman wae kitu?” ohh nooo jgn sampe ceng…. Akhirnyaaa tiba hari Siraman, yaa kami team lambit datang telat ke acara, udah mulai sekitar 15 menitan pengajiannya.. Alhamdulillah acara dilalui penuh khidmat dan sesak tangis dari sebagian besar yang hadir.. terlebih calon manten dan orang tua.. (secaraaaaaaa gitu moment-moment terakhir surga sang calon mempelai wanita ada di telapak kaki ibunya, mulai besok kan surganya dibawah ke ridhoan suaminya.. ahhhh sediiiiiiiihh, haru bahagia campur aduuk)

 

Hari H, panik gara2 tangga

Intruksi dari Manten untuk menurunkan gorden gedung yang tabrakan sama tema menghiasi pagi yg lumayan hectic juga karena takut telat dating ke akad.. untungnya tidaaak.. dan alhamdulillah akad berjalan lancer, walo harus ada pengulangan saat ijab karena Adi lupa menyebut satu kalimat “untuk diri saya” uwa atau om nya Anyun yaa itu yg jadi saksi the, bliau lah yang ngeuh ada yg kurang.. yang keduanya alhamdulillaaaaahh SAAAAAH! Selamat, resmi menjdi nyoya Adi :*

Sebagai team riweuh, bridesmaid diminta untuk berangkat duluan ke gedung sambil pesan buket bunga untuk acara lempar bunga ya sekalian nyiapin buat surprise gitu dengan penuh improve.. tadinya mau cake, tapi karena cakenya udah banyak banget yg ngasih jadi kami improve.. bridemaid juga manusia, punya rasa lapar karena belum sarapan jadi intruksi ke gedung lumayan ngayayay karena kita sarapan dulu di alun-alun.. daaaaaaaaaaan pas nyampe gedung kita dikagetkan oleh hilangnya tangga naik-turun ke pelaminan.. kenapa isa? Ini gimana kan panggungya 50 cm? terus gimana nanti pengantn dan tamu undangan naik-turun? Aaakkhh tidaak, panic, riweuh daan mayan bingung juga.. kupoto keadaan dan melapor pada the Lilih sebgai penyambung lidah kepada WO.. the lilih juga kbingungan gatau nanya ke siapa, coba ke mang ucu atau neddy.. tapi ga mungkin ke neddy, hhmmm ahirnya mang ucu datang marah-marah ke WO, tapi kaan emang bukan dari the Indah ini panggungnya jadi gimana dong? Tije uga udah nanya2 ke piul, tapi piul jg gatau setau piul hanya panggung music yg dari mpap.. Entah amnesia atau gara2 panik,  kulupa klo panggung ini dari Papap Rizki dan hanya neddy, aku & the enci yg tau ahahah bodorr, riweuh cari no telp doi dan akhirnya Selly berhasil menelpon papap dan ngomel2, tapi katanya udah ada ko sepaket tapi ini ngilang ahh entahlah mungkin ada hantu tangga yang kelaparan. Hmmmm beruntung ada pak Oji yang berinisiatif mengambil tangga dari sekolah. Ahhhhh ada ada aja…

 

Menyanyikan lagu saat bahagia

IMG-20160813-WA0004

IMG-20160813-WA0002 tengah malam sebelum hari H selly berkabar kalau bajunya belum jadi dan memberi masukan buat lagu yang akan kita nyanyikan “uing nyaho lagu nu kudu dinyanykeun”.. taraaaaa.. saat bahagia ungu ft andien kemudian menjadi pilihan, lagu yang penuh dengan cerita.. sering ddengerin saat kumpul kebo bertiga di kosan selly, dari mulai bangun tidur, terus makan ayam penyet si ibu langganan, mie ayam si mas depan kosan, dan sampe mau tidur lagi lagu ini selalu diputer.. sebenernya dua sih lagu yg selalu diputer Wish You Were Here nya Avri Lavigne juga, tapi yaa karena paciweuh jadi Cuma satu yg bisa kita nyanyikan. (lagian ga cocok juga lagu wish you were here di nikahan :p)

 

Aaaaarrgghhhh… FINALLY.. TOTALLY IM HAPPY ON YOUR WEDDING DAY, BE A SHALEHAH WIFE DEAR!

cerita tentang Ranu Kumbolo

tidak bisa dipungkiri jika film 5cm berhasil mengkampanyekan ‘naik gunung’ merupakan sutu hal yang menarik dan terkesan begitu menyenangkan. tidak hanya program naik gunung nya yang berhasil dikampanyekan oleh film tersebut, namun lokasi syuting bersejarah sepanjang perfilman Indonesia inipun turut banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. ya Semeru! Gunung yang mendapat julukan Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memiliki tinggi 3676mdpl. saya merupakan salah satu newbie pendaki yang bermimpi besar untuk daat bercengkarama dengan gunung tersebut. maka saat ada ajakan untuk mendaki gunung tersebut spontan mulut saya berkata “Ya!” atas ajakan tersebut. saya pergi dari rumah seorang diri menemui teman-teman saya yang ada di Solo untuk pergi camping ceria di Ranu Kumbolo.

perjalanan dimulai dari terminal Solo dengan menggunakan bus menuju Surabaya, sengaja memilih estafet ke surabaya karena selain lebih murah, konon lebih dekat juga. entah sih karena sepanjang perjalannan saya habiskan dengan tertidur pulas :p bangun-bangun sudah sampasampai di terminal Surabaya saja, langsung estafet ke bus yang menuju Malang. seperti biasa tidur dan membuka mata saat sampe terminal. bagi saya tidur di perjalanan terasa begitu nyenyak dibanding dengan di kasur. heheh perjalanan dilanjutkan kembali dengan menumpangi angkot menuju Tumpang, nah kali ini saya melewatkan perjalanan dengan mata terbuka karena sudah terlalu kenyang tidurnya.. sampai di Tumpang saya dan keenam teman saya langsung menyinggahi tempat peristirahatan sekaligus tempat untuk menunggu angkutan yang akan membawa kami sampai ke Ranu Pani. ada dua pilihan transportasi yang bisa digunakan, yakni truk sayur dan jeep. kembali faktor finansial menjadi pertimbangan, maka kami lebih memilih naik truk sayur. Dari tumpang ke Ranu Pani memakan waktu 1 sampai 2 jam, gimana yng mengemudi juga. Huehe
Panorama alam yang disuguhkan selama perjalanan menuju Ranu Pani begitu menakjubkan, truk berjalan diantara hamparan pasir Bromo dinsebelah kiri bawah jalan dan bukit disebalah kanan jalan. Sampai juga di Ranu Pani dan waktu tak berpihak kepada kami, terlalu sore jika kami melanjutkan perjalanan ke Ranu Kumbolo. Maka kami putuskan untuk memasang tenda disekitar ranu renggulo menunggu esok pagi melanjutkan perjalanan. Belum apa-apa juga dinginnya sudah nusuk ke tulang aja nih, iseng-iseng kami mengecek suhu malam itu ternyata sampe di 3 derajat celcius. Keesokan harinya kami sudah bersiap untuk melanjutkan perjalan ke tujuan kemping ceria kami, yakni ke Ranu Kumbolo. Setelah selesai berbenah diri dan packing perlengkapan kami langsung menuju sekretariat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru utuk melakukan registrasi. Segala persyaratan sudah kami siapakan jauhjauh hari. Tapi sayang, saya baru sadar lupa mengkopi kartu identitas sebagai syarat untuk melakukan pendakian. Ada kekhawatiran tidak bisa masuk kawasan gunung karena kurang satu syarat, dan keterbatasan akses serta fasilitas disana yg menyebabkan saya tidak memungkinkan untuk mengkopi ktp saya semakin membuat saya khawatir. namun setelah melapor kepada petugas ternyata petugas menyediakan blanko untuk mengganda kartu identitas secara manual. Akhirnyaaaa,. Lega..

ke Ciremai via Apuy, yuk!

Ciremai merupakan sebuah gunung yang terletak di tiga wilayah administrasi, yaitu kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka.  Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3078mdpl. Untuk mencapai puncak tersebut terdapat beberapa jalur yang bisa digunakan, diantaranya melalui Desa Palutungan dan Linggajati di kuningan, serta dari kabupaten Majalengka yaitu via Apuy. sejauh ini, para pendaki sering mendaki guung ini melalui jalur Palutungan, jalur Apuy bahkan nyaris tak dikenali oleh para pendaki. saya disini akan mencoba memberikan informasi pendakian melalui jalur Apuy, Argapura kabupaten Majalengka. berikut rute transportasi umum yang dapat mempermudah teman-teman mendaki.

dari Jakarta/Bekasi

mulai dari Terminal Bekasi Naik Bus jurusan Bekasi-Bantarujeg/Cikijing turun di Terminal Maja. di terminal ini teman-teman akan banyak menemukan pick-up yang sering digunakan warga untuk menuju Apuy dan pick-up inilah yang akan mengantar teman-teman ke titik awal pendakian Ciremai via Apuy. tarif angkutan umum ini berkisar 20-30ribu per orang sampai ke Berod, pos awal pemberangkatan menuju Puncak gunung Ciremai. waktu perjalanan berkisar 45 menit sampai 1 jam.

dari Jawa tengah

dari terminal mana saja menggunakan bus jurusan Bandung, turun di lampu merah  Kadipaten, kemudian estafet menggunakan mini bus (sering dikenal dengan Elf) jurusan Cikijing dan turun di Terminal Maja. untuk selanjutnya sama dengan diatas.

Dari Bandung dan sekitarnya

Perjalanan bisa dimulai dari terminal Leuwi Panjang dengan menggunakan jasa angkutan elf dengan tujuan akhir Cikijing, dan turun di terminal Maja untuk selanjutnya sama seperti yang diatas. Selain dari Leuwi Panjang teman-temana juga bisa menunggu elf di Cileunyi.

sepanjang perjalanan menuju Berod teman-teman akan disuguhi dengan panorama alam yang begitu sejuk, hamparan ladang petani sayur terdapat di kiri dan kanan jalan dan terlihat tanpa batas kaca sedikitpun dari pick-up.

sebelum sampai ke Berod, ada pos registrasi Taman Nasional Gunung Ciremai, biasanya sopir pick-up sudah hafal dan akan mengantar kalian berhenti didepan pos untuk melakukan registrasi. Harga tiket masuk Tamnas dibanderol Rp 7500/orang.

untuk jalur yang dilalui via apuy ini tidak kalah terjal dengan jalur via Palutungan, sepanjang pos 1 sampai pos V jalur yang dilalui terbuat dari tanah yang begitu nyaman di langkah, jarang sekali menemui bebatuan di jalur ini. jarak dari pos ke pos lain hampir memakan waktu yang konstan, sekitar satu sampai dua jam setiap posnya. pendaki yang melalui jalur ini kebanyakan beristirahat dan mendidrikan tenda di pos V. Pos V memang merupakan pos yang paling luas diantara kelima pos lainnya. satu kendala di Gunung Ciremai ini ialah susahnya menemukan mata air, jadi bagi teman-teman yang akan mendaki ke Ciremai hendaknya membawa perbekalan air lebih dari cukup.

dari pos V menuju puncak ada 1 pos lagi yang harus dilalui, yakni pos VI atau yang terkenal dengan pos Goa walet. diantara pos V pos VI ada pertemuan jalur natara jalur apuy dan jalur Palutungan. dan tak jarang juga ada yng memilih untuk mendirikan tendanya di pos VI ini. jarak dari pos VI ke puncak sudah semakin dekat dan tidak sepanjang perjalanan dari pos satu ke pos lainnya, namun jalurnya begitu terjal karena didominasi oleh bebatuan. okey selamat mencoba pendakian via Apuy ya teman-teman 🙂

Perkembangan Agama Hindu di India

Oleh :

Sri Faida Wulandari (0907198)
Suci Apratiwi (0906334)
Abdul Aziz (0906075)
Hindu, dalam bahasa  Sanskerta, yaitu  Sanatana Dharma (Kebenaran Abadi)  danVaidika-Dharma (Pengetahuan Kebenaran). Secara etimologi bahasa Persia, kata Hindu berakar dari kata Sindhu  Dalam Reg Wedabangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai Sapta Sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua India, yang salah satu sungai tersebut bernama sungai Indus). Hal ini mendekati dengan kata Hapta-Hendu yang termuat dalam Zend Avesta sastra suci dari kaum Zoroaster di Iran. Pada awalnya kata Hindu merujuk pada masyarakat yang hidup di wilayah sungai Sindhu. Hindu sendiri sebenarnya baru terbentuk setelah Masehi ketika beberapa kitab dari Weda digenapi oleh para brahmana. Pada zaman munculnya agama Buddha, agama Hindu sama sekali belum muncul semuanya masih mengenal sebagai ajaran Weda.
Tidak seperti agama lain di dunia, agama Hindu tidak mengklaim seorang pendiri agama saja, tidak menyembah satu dewa saja, tidak menganut satu dogma saja, tidak meyakini satu filsafat saja, tidak mengikuti satu macam ritual keagamaan saja. Memang, ia tidak muncul untuk menampilkan satu macam ciri tradisional yang sempit. Agama Hindu mungkin dapat digambarkan sebagai sebuah jalan kehidupan.
Perkembangan Agama Hindu di India
Sebagai dampak dari masuknya bangsa Arya pada sekitar abad 2500 SM yang mendesak bangsa Dravida untuk hijrah Ke Dekkan, maka Bangsa ini mengembangkan agama baru sebagai perkembangan agama sebelumnya. Agama sebelumnya dari bangsa Arya terdiri atas penyembahan terhadap dewa-dewa seperti penyambahan terhadap Dewa Cahaya atau Dewa Angkasa yang dianggap mereka berdiam di kayangan. Sedangkan Dewa Zeus atau Dewa Yupitar dari bangsa Yunani yang disebut sebagai Dyauspitar dianggap sebagai bapak langit. Kedudukan Dewa Dyauspitar kemudian tergeser oleh Dewa Langit lain yang bernama Varuna, yaitu Dewa pembuka cahaya dan penguasa alam semesta (Abu Su’ud,50:1988).
Bangsa Dravida sendiri pada awalnya sudah memilki kepercayaan yaitu memuja roh nenek moyangDan pada akhirnya Dari adanya dewa-dewa yang dipercaya oleh bangsa Arya  tersebut maka disatukanlah dengan dewa-dewa dari bangsa Dravida hingga lahirlah agama Hindu. Agama Hindu yang merupakan sinkretisme antara kebudayaan dan kepercayaan bangsa Aria dan bangsa Dravida. Terjadi perpaduan antara budaya Arya dan Dravida yang disebut Kebudayaan Hindu.
Dalam perkembangannya agama ini terdiri dari beberapa fase yaitu Jaman Weda, jaman Brahmana, dan jaman Upanisad.
Veda  Sekitar 1.500 – 1.000 Sm
Fase veda ini telah dimulai sejak terdesaknya bangsa Dravida yang lari ke Asia Selatan tepatnya di dataran tinggi Dekkan oleh bangsa Arya yang mulai memasuki India pada sekitar 2500-1500 SM. Sejak saat itu pula dikenal sistem kasta. Sistem ini juga menjadi inti dari ajaran Hindu itu sendiri. Sistem kasta itu terdiri dari Ksatria, Brahmana, Waisya serta Sudra. Ada satu lagi kasta yang dianggap paling buruk adalah kasta Paria. Kasta ini ada untuk orang-orang yang dikeluarkan dari kasta karena membuat kesalahan fatal dalam kastanya. Mereka hanya bisa kembali memasuki kasta setelah melakukan upacara Vradyastoma.
Sistem kasta yang menjelaskan Sistem kemasyarakatan yang tercipta dalam masyarakat Hindu itu , yaitu sebagai berikut:
1.       Brahmana, Kelompok brahmana ialah pemikir, ahli filsafat dan para rohaniawan agama Hindu.      (Su’ud,17:1988). Didalam masyarakat Hindu kaum brahamana ini bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan. Mereka adalah orang yang paling mengerti mengenai seluk beluk agama Hindu, karena kegiatan sehari-harinya hampir selalu dikaitkan dengan kegiatan keagamaan selain itu ereka juga mempunyai peranan yang sangat besar bagi berjalannya pemerintahan, karena para brahman ini membimbing para warga dan juga memberikan nasehat terhadap raja dalam menjalankan pemerintahannya. Sehingga dalam uritan kasta ini para btahman menduduki posisi yang paling atas.
2.      Ksatria, Kaum elite dalam masyarakat beragama hindu terdiri dari kaum bangsawan yang mengelola kekuasaan duniawi dalam arti mereka adalah orang-orang yang berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk pertahanan Negara. Yang termasuk dalam golongan ini adalah raja beserta keluarganya, para pejabat pemerintah, dan para tentara.
3.      Waisya, kaum  yang memiliki profesi sebagai para pedagang besar, para pemilik modal maupun para petani kaya yang mempunayi lahi pertanian yang cukup luas. Walaupun berada dalam lapisan ketuga namun dalam golongan masyarakat biasa yang tergolong dalam golongan sudra ini mereka memiliki peran yang cukup penting. Karena mereka merupakan kaum yang memberikan nafkah bagi sudra karena mereka ini memperkerjakan sudra sebagai pekerja, buruh maupun budak. Selain itu para waisya ini merupakan kekuatan sosial yang menguasai sektor ekonomi dalam hal produksi dan distribusi.
4.      Sudra, biasanya masyarakat yang bermata pencaharian sebagi petani peternak, para pekerja, buruh, maupun budak, mereka ini adalah para pekerja kasar. Mereka mempunyai banyak kewajiban terutama wajib kerja tetapi keberadaannya kurang diperhatikan dan mereka yang berada dalam golongan ini menmduduki kedudukan yang kurang terhormat dalam masyarakatnya.
Selain, empat golongan tadi terdapat pula golongan yang berasa di luar kasta tersebut yang disebut dengan golongan Paria yang terdiri dari pengemis dan gelandangan.
Fase dalam Perkembangan Agama Hindu
Brahmana  Sekitar  800 – 300 Sm
Fase Brahmana yaitu disusunnya tata cara keagamaan dalam kitab suci agama Hindu yaitu Weda. Kitab ini selanjutnya dibagi menjadi 4 bagian yaitu Reg Weda, Yajur Weda, Samma Wedda serta Atharwa Weda. Reg Weda merupakan bentuk yang paling tua, yang terdiri dari 1028 lagu pujaan,dan sekarang terbagi dalam sepuluh buku (Su’ud, 1988).
1) Reg VedaReg Veda merupakan bentuk yang paling tua, yang terdiri dari 1.028 lagu pujian dan sekarang terbagi menjadi sepuluh buku. Berisi pemujaan terhadap bermacam-macam dewa dan dimaksudkan untuk dibacakan oleh para hotri yang merupakan pendeta utama pada upacara pengorbanan. (Su’ud, 1988).
2) Sama Veda
Memiliki kitab Tandya Brahmana yang dikenal dengan nama Panca Wimsa, memuat legenda kuna yang dikaitkan dengan upacara korban.
Sama weda terdiri dari ayat-ayat yang terdapat dalam Reg Weda yang diatur dalam suatu bentuk himne untuk dipergunakan oleh para udagatri atau para penyanyi lagu-lagu pujaan.( Su’ud,1988).
3) Yajur Veda
Memiliki beberapa buah kitab antara lain Taitirya Brahmana untuk Yajur Vedahitam/Kresna dan Yajur Veda Putih/Sukla.
Dalam yajur veda ini berbentuk prosa yang merupakan doa-doa yang harus diucapkan pendeta yang melakukan pujaan.
4) Atharva Veda
Memiliki Gopatha Brahmana. Dimana didalam arharava veda ini terdapat mantera-mantera dan rumus-rumus magis.
Perkembangan agama Hindu pada zaman Brahmana ditandai dengan memusatkan keaktifan pada rohani dalam upacara korban. Sehingga kedudukan kaum Brahmana mendapatkan perlindungan yang baik, karena dapat berpengaruh amat besar. Hal ini terlihat pada masa pemerintahan dinasi Chandragupta Maurya (322-298 sm) di kerajaan Magadha berkat bantuan Brahmana Canakya (Kautilya).
Fase Upanishad
Upanishad berasal dari kata Upa- nir- shad yang berarti duduk bersimpuh di dekat sang guru. (Su’ud,59:1988). Ajaran dalam upanishad lebih menekankan pada upaya seseorang manusia dalam membebaskan diri kesengsaraan yang terjadi dalam hidupnya dengan cara pemahaman atas hakekat hidup. Para pengikut ajaran ini tidak begitu mengutamakan mantra-mantra maupun pengorbanan seperti yang dilakukan pada fase brahmana maupun weda. Karena ada kepercayaan bahwa kebenaran maupun kejelekan itu semuanya larut dalam serapan btahman atau jiwa perorangan. Karena itu upacara kurban dan ritual mistik mulai berkurang namun ajaran moralaritas atau etika mulai meningkat. Dan kebanyakan orang percaya ini sebagai kendaraan untuk mencapai sorga. Para cendekiawan mulai penasaran melakukan penelitian kembali kitab suci Veda dan mengasilkan kitab-kitab Upanishad dan memproklamirkan bahwa sebuah kebebasan dari terang akal-budi bahwa ia mengetahui Tuhan, akan mencapai Tuhan dan ia sendiri adalah Tuhan.
Dalam ajaran ini hambatan hidup dalam manusia itu adalah berupa keterikatan dengan raga manusia yang dianggap sebagai suatu siksaan atau yang dikenal dengan istilah samsara, diman hambatan itu terjadi karena adanya hukum perbuatan yang disebut dengan hukum karma. Dan cara yang digunakan untuk mempercepat pembebasan dari hukum karma ini adalah dengan cara yogayang merupakan rentetan latihan fisik dalam sikap tertentu yang berpadu dengan pengendalian pikiran.
Dalam ajaran upanishad ini pada hakikatnya  Brahman dan Atman tidak berbeda, Brahman adalah asas kosmis, sedangkan Atman adalah asas hidup manusia. Oleh karena akikat Brahman sama dengan Atman maka sifat dari Atman adalah kekal dan abadi dia tidak pernah terlahir atau mati. Akan tetapi karena Atman bersatu dengan tubuh maka seolah-olah mengalami ia mengalami process kelahiran dan kematian berulang-ulang  artinya, setelah orang meninggal maka Atma-nya akan berpindah kebadan yang lain, dan seterusnya.
Didalam kitab upanisad dijelaskan bahwa setelah orang meninggal maka jiwanya akan pergi ke dunia nenek moyang melalui asap pembakaran. Perjalanan itu terjadi ketika matahari bergerak dari arah selatan ke utara. Didunia nenek moyang itulah perbuatan baik dan buruk dinikmati, setelah itu mereka akan menjelma kembali. Penjelmaan ini akan terjadi berulang-ulang sesui dengan hukum karma, sampai akhirnya Atma bersatu dengan Brahman atau Paramaatman. Keadaan bersatu ini yang disebut dengan Moksa. Jadi pada zaman upanisad ini ditafsirkan secara Jnana Kanda bahwa moksa itu tidak hanya dapat dicapai dengan upakara yadnya, etika, tapa brata, dan meditasi tetapi juga dengan pengetahuan mengenai Brahman). Oleh karena itu pada zaman ini tidak lagi hanya berkiblat keluar diri, kealam semesta saja namun mencari Brahman dalam diri sendiri melalui kosentrasi.
Maka dari itu munculah konsep reinkarnasi atau proses kelahiran kembali dan dimana kelahiran sesorang setelah kematian itu ditentukan oleh perbuatannya selama hidup, dipercayai bahwa jika orang tersenut hidup dalam keadaan yang baik maka dia akan terlahir kembali menjadi mausia yang berada dalam posisi yang lebih tinggi dibandingkan sebelimnya dan sebaliknya jika dia hidup sebagai orang jahat maka ia akan terlahir kembali sebagai manusia yang hina dan rendah.
Sehingga dalam ajaran ini dapat dikatakan bahwa Tuhan tidak memiliki wujud tertentu maupun tempat tinggal tertentu, melainkan Tuhan berada dan menyatu pada setiap ciptaannya dan mengatakan bahwa Tuhan memenuhi alam semesta tanpa wujud tertentu.
Fase Purana
Zaman purana menandai terjadinya evolusi Hindu di India, yaitu munculnya berbagai macam mazhab atau sekte. Meskipun demikian agama Purana mewarisi konsep-konsep keagamaan dari zaman Brahmana. Keduanya sama-sama menekankan praktik agama yang penuh dengan upacara. Agama Brahmana dan agama Purana mementingkan upacara yajna sebagai jalan untuk mencapai moksa. Hal ini diuraikan secara teliti dan mendalam dalam kitab Mimamsasutra. Ajaran yang mengajarkan pentingnya kedudukan yajna (Karma kandha) dalam agama Hindu ini dikembangkan dan diajarkan oleh para rshi pada zaman ini. Dengan pelopor-pelopornya antara lain, Rshi Prabhakaran, Rshi Kumarila Batta, dan masih banyak lagi. Ajaran ini rupanya mendapat sambutan yang luas di kalangan umat Hindu. Agama Hindu yang berdasarkan yajna, sebagaimana muncul sejak zaman Weda, Brahmana, dan Purana ini umumnya disebut Hindu ortodoks atau agama Brahmana-Smarta. Ajaran inilah yang menjadi agama rakyat India hingga akhir zaman Purana (sekitar 700 Masehi).
Akhir zaman Purana ditandai dengan terjadinya kekacauan di antara umat Hindu, akibat pertentangan yang hebat antara satu mazhab dengan mazhab yang lainnya. Setiap mazhab membenarkan prinsip-prinsip kepercayaan dan ajaran dari mazhab mereka sendiri dan menyalahkan kebenaran dari mazhab yang lain. Hal-hal yang dipertentangkan terutama mengenai ajaran Ahimsa. Di samping itu, juga mengenai upacara yajna, kurban binatang, vegetarian dan non-vegetarian, dan hal-hal prinsip lainnya. Pertentangan itu semakin memanas dan memuncak pada akhir zaman Purana. Selain itu, pertentangan antara pemeluk agama Hindu dan agama Buddha juga terus berlangsung.
 Sekte-Sekte Agama Hindu Di India
Pemujaan pada Dewa WisnuSatu-satunya aliran yang mendapatkan kemajuan sehingga bisa berkembang dengan pesat terutama pada masa Gupta yaitu vaisnava atau aliran yang memuja dewa wisnu sebagai dewa utama. Dan dalam menjalankan fungsinya sebagai dewa pemelihara jagat raya, wisnu mempunyai kemampuan untuk menjelma kedalam berbagai makhluk. Akibatnya Wisnu disembah dalam wujud penjelmaannya atau avatarnya.
Pemujaan pada  Dewa SiwaPemujaan pada dewa siwa menggambarkan Siwa sebagai maha pertapa dan sebagai pelindung para petapa. Menurut para penganutnya siwa juga melakukan penjelmaan tertentu yang nampaknya meniru aliran wisnu. Kecenderungan pendekatan diantara kedua aliran ini terlihat nyata dalam perpaduan bentuk penjelmaan Harihara. Tokoh ini merupakan gabungan dari gelar hari bagi wisnu dan hara bagi  Siwa. Pemujaan ini banyak dilakukan di daerah Deccan terutama pada masa Vijayanegara.
Pemujaan pada SaktiPemujaan terhadap para dewa perempuan yang nampaknya berkembang disepanjang waktu di india, yang bermula pada masa kebudayaan Harrapa dilembah sungai Indus. Pemujaan itu merupakan kelangsungan dari rasa ketergantungan mereka terhadap dewi kesuburan karena ketergantungan mereka pada tanah pertanian.
Sekte Brahma sebagai pencipta yang menurunkan Sekte Agni, Sekte Rudra, Sekte Yama, dan Sekte Indra. Sekte adalah jalan untuk mencapai tujuan hidup menurut Agama Hindu, yaitu moksha (kembali kepada Tuhan), dan pemeluk Hindu dipersilahkan memilih sendiri aliran yang mana menurutnya yang paling baik/bagus.
Kemunduran Agama Hindu Abad Ke 6 Sm Di India
Pada abad 6 SM terjadi proses penbaharuan dalam bidang keagamaan yang terus berkembang dan berkelanjutan. Hal ini terjadi karena mereka ingin bebas dari dominasi para brahman. Dua ajaran yang muncul pada masa itu adalah jainisme dan budhisme. Kedua ajaran ini pada dasarnya tidak menolak keberadaan dewa-dewa karena itu banyak orang yang mudah masuk kedalam ajaran ini karena tanpa harus meninggalkan kepercayaan pada dewa-dewa, kan tetapi dalam ajaran budhisme dapat dikatakan anti kasta yang ada dalam masyarakat hindu. Tentu saja hal ini disambut baik oleh para kaum yang merasa di diskrimimnasi oleh kasta.

Wisata Gunung Kidul, Yogyakarta

siap cave tubing di Goa pindul

siap cave tubing di Goa pindul


Kekayaan wisata Yogyakarta memang sungguh luar biasa dan beraneka ragam. pesona alam yang disuguhkan Yogya enggan sekali mengantarkan kita pada kata bosan untuk mengunjunginya lagi, Yogya bagi saya adalah sumber ketenangan dan kesederhanaan. ngga ada bosennya sama yogya dan gak bakal saya siakan ajakan siapapun untuk mengunjungi Yogya. ahhh Yogya I Love you :3

Tujuan kunjungan ke Yogya kali ini adalah Gunung Kidul, pagi-pagi sekali saya dan teman-teman udah ada di jogja aja, bangun-bangun udah ada di Ring Road dan saat kesadaran belum kumpul semua saya ditanya jalan menuju wonosari sama mas Malik, lha mbok ya bingung banget…hahaha inisiatif tinggi dari sang sopir(mas Endang) buat nana ke orang yang sedang sama-sama nunggu lampu merah menjadi hijau, dengan petunjuk mas-mas yang tidak kami ketahui namanya kami melanjutkan perjalanan, dan setelah belok ke arah wonosari tiba-tiba mata kami tertuju pada sebuah pojok makan yang sudah ternama dan terkenal kelezatanya. Sop ayam Pak Min cabang wonosari, nyam nyam enyak… apapun makanannya selalu ditemani kecap, kok sop pake kecap? semuaa nanyaa,, hahaha range harga sop pak min cukup terjangkau lho, Rp. 7.000-15.000 perporsinya. selamat menikmati 🙂

Berbekal sumber petunjuk dari internet yang mengantarkan saya dan keenam teman saya ke Goa Pindul. salah satu tempat wisata yang menyajikan wisata minat khusus seperti cave tubing, body rafting dan lain-lain. jauh ketika akan memasuki area goa pindul ini jangan kaget ketika banyak warga yang menawarkan jasa untuk mengantar kita ke lokasi, itu yang saya alami bersama teman-teman. kami ditawari jasa oleh salah satu dari mereka dan kami menolak dengan halus, api mereka maksa lho nguntitit kita dari belakang mobil sampai ke lokasi, nah jadi fungsinya apa tuh mereka? hahaha petunjuk apa penguntit?
tiba di lokasi saya dan teman-teman memilih untuk mencoba Cave Tubing dengan membayar tiket sebesar 35rb/orang. kami dibekali perlengkapan Life Jacket dan Ban Pelampung untuk memasuki Goa yang panjangnya kurang lebih 400meter. sebelum turun ke sungai kami diberi pengarahan teknis oleh pemandu serta dipandu untuk memanjatkan doa demi kelancaran di dalam sana. kami diarahkan untuk tetap saling berpegangan pada pegangan yang ada di Ban dan di dalam sana ga boleh berteriak. saya berada di urutan paling depan dan berdekatan dengan pemandu yang menuntun untuk memasuki area goa, di uutan paling belakang ada 1 pemandu lagi yang bertugas memandu teman-teman yang berada d barisan belakang. memasuki area goa pindul disambut tetesan air yang mengucur dari lapisan goa. di sepanjang perjalanan pemandu membagikan informasi mengenai goa.
perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi pantai Baron dan Sundak. baru juga bulan Mei kemaren kesana ehh sekarang kesana lagi deh. Gunung kidul juga terkenal memiliki sederet pantai cantik dan masih jarang dikunjungi wisatawan kecuali pantai Baron, entah karena letaknya yang berada di deretan pertama atau karena apa yaa,, kalo dilihat dari sudut keindahan ga seindah sundak tuh.. tapi kenapa ya ko rame banget, apa jangan-jangan gara-gara rame ini jadi mengurangi keindahannya. pantainya kecil dan pengunjungnya banyak banget, kami pun dibuat bosen, untk mengisi kegajean disana kami putuskan untuk makan siang disana. setelah kenyang ami langsung melanjutkan perjalana menuju pantai sundak, yeay pantai cntik yng terkenal dengan banyakny si bulu babi ini membuat saya kangen perjalanan Mei lalu bersama partner trip kesayangan Neddy yang nekat berdua kabur ke Yogya saat itu hahaa
selamat datang kembali sundak, saya datang dengan cerita berbeda dan beban yang beda pula. sayang sekali saat ini pantainya agi asang, sehingga si bulu babi itu ga keliatan, padahal lucu kalo bsa liat dia dan kita lompa-lompat berusaha menghindarinya.

satu pojok di sundak

satu pojok di sundak

Bale Kambang, Tanah Lot versi Malang

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

target destinasi hari kedua long trip kali ini adalah Malang, mobil kami menuju sebuah pantai cantik yang berada di bagian selatan Malang. pantai Bale Kambang, pantai yang begitu asing di telinga saya dan pikir saya pantai ini ya sama saja dengan pantai lainnya, biasa. namun setelah sampai di area parkir, saya dikejutkan dengan lukisan indah sebuah pura yang berada di laut dan ada jembatan di bawahnya sebagai penghubung pura dan bibir pantai. ohh nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan 🙂

untuk menuju kesana kondisi kendaraan harus benar-benar fit, jalan yang kami lalui begitu sempit dan tak begitu mulus. Pantai Bale Kambang ini terletak sekitar 20 kilo dari kota Malang, kami membutuhkan waktu sekitar setengah jam menuju kesana. begitu lega rasanya ketika melihat pos tiket masuk, berarti pantai sudah di depan mata. kami membayar tiket masuk sebesar Rp 10.500 per orang ditambah Rp. 7.500 untuk parkir mobilnya.

di area wisata pantai saya begitu dimanjakan degan putihnya pasir dan air lut yang begiu biru bersih, pengen basah-basahan tapi sayang jauh ke tempat parkir dan malas ganti bajunya. hehe saya cuma bisa menikmati segala keindahan itu dengan melihatnya, itupun sudah luar biasa sekali saya rasa. di pantai Bale Kambang ini tersedia juga camping ground lho, pas kemarin saya kesana ada 3 tenda yang terpasang disana. elain ada camping ground, di sekitar pantai pun tersedia fasilitas lainnya juga ada bungalow yang begitu sederhana, antin-kantin yang berderet, toko souvenir, toilet umum. kantor informasi dan halaman parkir yang begitu luas.

di Pantai ini terdapat tiga Pulau kecil, yaitu: Pulau Pulau Ismoyo, pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni. nah di Pulau Ismoyo ini berdiri megah sebuah Pura yang biaa digunakan oleh umat Hindu di sekitar sana, akses menuju Pura dihubungkan oleh sebuah jembatan setapak dengan lebar sektr 1,5 meter. untuk masuk ke pura kami membyar retribusisebesar Rp. 2.500/orang.

puas menikmati pemandangan pantai disana kamipun segera merapat ke sebuah kantin yang ada di dekat mulut jembatan, segera bebrebut memesan minuman yang bisa melepas dahaga kami. saya memesa soda susu yang dbayar dengan harga Rp. 6000 dan temen-temen lainnya ada yang pese es degan dan ada juga yang sama pesen soda susu. untuk harga makanan dan minuman di kanti pantai Bale Kambang ini relatif normal dan ngga ‘kebangetan’ kaya di tempat-tempat wisata lainnya.